1 Captain Tsubasa (1983) The Movie Database. Rekomendasi anime sepak bola terbaik yang pertama datang dari salah satu serial legendaris, yaitu Captain Tsubasa. Rasa-rasanya, hampir setiap orang setidaknya pernah mendengar atau mengenal siapa sosok Captain Tsubasa, ya Sedulur.
Usianyakini 25 tahun. Namun, tentang sepak bola, tidak ada yang berubah darinya. Dwi masih mencintai si kulit bundar. Hobi bermain sepak bola masih ia lanjutkan. Bahkan, ia menjadi salah satu penggerak sepak bola perempuan di wilayah Magelang. "Sering nribun tho, Mbak.
Nikmatilahsegala ketidaksempurnaan memainkan hobi, karena anak-anak saja mampu. Bermain sambil tak lupa bahagia, ini olahraga bro, bukan tempat kerja. Lampiaskan segala stres di mana lapangan bola sudah menunggu dipijaki penggila sepak bola. Ayo kini, bukan nanti. Menjadikan pengalaman seindah masa kecil. Semoga menginspirasi dan Have a Nice Days
Hobisaya pula bermain bola sepak. Saya melakukan aktiviti ini pada setiap petang. Hobi ini banyak memberi kebaikan kepada saya antaranya ialah mengisi masa lapang, menyihatkan badan, cergas serta cerdas dan menambah kenalan. Saya dapat mengisi masa lapang dengan bermain bola sepak. Aktiviti ini mengelakkan saya daripada melepak dan sebagainya.
Hobisaya adalah bermain bola.. Contoh Karangan Bahasa Arab Tentang Hobi Saya هوايتي dan Artinya. Assalamualaikum sahabat pecinta bahasa arab pada kesempatan kali ini admin akan membagikan karangan bahasa arab tentang kegiatan di sekolah.
Sekarang saya sangat suka bermain sepak bola dan mengikuti kompetisi antar sekolah. Esai tentang hobi saya, esai tentang hobi saya dalam bahasa hindi (150 kata) Hobi saya adalah membaca apakah itu surat kabar, berita, novel, buku Zee atau buku informatif yang ditulis oleh penulis yang baik.
Pertama karena aku suka menonton sepak bola. Dulu, aku kagum melihat kemampuan bermain Zidane Zidan dari Perancis. Selain Zidane, aku juga suka Christiano Ronaldo dan Lionel Messi. Alasan kedua, faktor orang-orang di sekelilingku. Ayahku juga penyuka sepak bola. Kami sering menyediakan waktu bersama untuk menonton sepak bola.
M4V29i. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Berbicara tentang si kulit bundar pasti semua orang tau permainan yang satu ini dan banyak yang menggemarinya terutama kaum laki-laki, tetapi ada sebagian orang yang mengganggap bahwa sepakbola selintas hanya permainan atau olahraga saja. Namun tidak bagiku , menurutku sepakbola adalah olahraga yang sangat spesial karena aku mempunyai cerita masa kecilku dengan dunia sepakbola. Ketika aku duduk di bangku sekolah dasar, aku selalu diajak ayah bermain sepakbola, ayahku sangat menggemari olahraga ini dan dia sangat menyukai club kebanggaan Bandung yaitu Persib Bandung. Setiap Minggu pagi aku selalu diajaknya belajar dan berlatih ke lapangan, awalnya aku tidak terlalu tertarik pada olahraga ini tetapi ayahku selalu mendukung dan mengarahkanku untuk mempelajarinya dan hingga akhirnya aku sangat menggemarinya. Pada suatu hari ayah bertanya kepadaku Ayah " ham, kamu mau ikut ayah menonton pertandingan Persib ke stadion tidak" bertanya kepadakuIlham" mau sekali yah, aku belum pernah menonton langsung ke stadion"jawabku kepada ayah ayah "yasudah kalo begitu, kamu siap siap dulu sana" Ilham "oke yah" jawabku dengan wajah yang sangat senang Setelah itu aku berangkat menuju stadion si jalak harupat ditemani ayahku untuk pertama kalinya, sesampainya di stadion aku merasakan atmosfer yang berbeda, aku terpana melihat ribuan suporter yang berbondong bondong untuk mendukung tim Persib Bandung. Ketika sudah berada di dalam stadion aku sangat takjub dengan ribuan suporter yang kompak menyanyikan yel-yel untuk mendukung tim maung Bandung, mereka tak henti-hentinya bernyanyi selama 90 menit. Pada saat itu sempat terbelit di pikiranku bahwa aku yang bermain di lapangan itu dan ditonton oleh ribuan bobotoh , Haha ada ada saja khayalan ku ini, tapi kata ayahku bukan sesuatu yang tidak mungkin jika suatu saat nanti aku yang bermain disana, asalkan mau belajar dan terus berlatih. Sepulangnya dari stadion, aku dan ayah sangat senang karena pada pertandingan tersebut Persib Bandung memenangkan pertandingan dengan skor akhir 2-0. Seusai menonton laga tersebut, aku baru menyadari arti sebenarnya sepakbola, sepakbola tidak sekedar permainan saja melainkan suatu permainan yang mengajarkan kita arti sebuah kekompakan, kerjasama, komunikasi, dan pengendalian emosi dan yang paling terpenting sepakbola menyatukan kita semua, tidak memandang suku,ras,agama tujuan nya satu mendukung tim kebanggaan. Nah, itulah cerita masa kecilku mengenal dunia sepakbola dengan ayahku, sampai saat ini aku tidak pernah lupa dengan masa masa itu, dan aku sangat berterimakasih kepada ayah yang sudah memperkenalkan ku ke dalam dunia sepakbola, ayahku adalah sosok tegas, penyayang dan bijaksana. Sekarang aku sudah duduk dibangku SMA dan usiaku sudah 16 tahun, tetapi hobiku tetap sama seperti dulu yaitu bermain sepakbola, setiap libur sekolah aku selalu menyalurkan hobiku bermain bola bersama teman-teman dan sampai saat ini aku selalu mendukung tim kesayanganku dari dulu yaitu PERSIB BANDUNG. Lihat Cerpen Selengkapnya
Nama Fuad Kasyfurrahman NPM 53413594 Disini saya akan menceritakan tentang hobi saya. Hobi saya adalah Sepak Bola, Saya menyukai sepak bola sejak saya masih Sekolah Dasar, Sampai saat ini saya tetap menyukai sepak bola. Saya sering sekali bermain sepak bola bersama temenan-teman saya, Sampai – sampai saya mempunyai klub sepak bola favorit yaitu Manchester City yang bermain di Liga Premier Inggris. Biasanya saya bermain sepak bola di lapangan yang berada di dekat rumah saya, tetapi terkadang lapangan di dekat rumah saya tergenang air bila ada hujan, Jadi saya dan teman-teman harus menahan rasa keinginan saya bermain sepak bola. Sekarang sepak bola berkembang dengan adanya Futsal , dengan adanya futsal sekarang lebih banyak yang biasanya bermain futsal bersama teman-teman saya pada malam hari, biasanya di lakukan di hari libur. Selain bermain dengan teman biasanya saya juga terkadang separingan dengan grup futsal lain untuk mengetahui sekuat mana kekompakan grup saya. Saya mempunyai hobi ini sangat senang sekali, hobi ini saya senangi karena saya bisa menjaga kesehatan badan saya. Saya pernah direkrut bermain bersama Persikabo Bogor akan tetapi ayah saya tidak mengijinkan saya untuk terus melanjutkan karir saya. Karena menjadi pemain sepak bola di Indonesia tidak terlalu jelas ke depannya setelah pensiun. Dan di sisi lain saya ingin menjadi seorang penerbang makanya saya lebih memilih kuliah. Sekian cerita tentang hobi saya. TERIMA KASIH.
Cerpen Karangan RizalKategori Cerpen Persahabatan Lolos moderasi pada 19 March 2016 Sewaktu masih SMP, aku dan teman-temanku suka bermain sepak bola. Kami bermain pada sore hari, saat matahari tidak terlalu panas. Kadang jika sudah tidak ada aktivitas di rumah, kami akan bermain lebih awal dan berhenti saat adzan maghrib berkumandang. Kami mencintai sepak bola, hal ini bisa dilihat saat kami bermain semuanya pasti memakai kostum tim kesayangan dan meniru gaya pemain yang diidolakan. Tapi sayangnya, kami tidak bermain di lapangan. Hal ini disebabkan karena pemerintah setempat, sudah menggusur lapangan kami untuk dijadikan lahan bandara. Hingga suatu sore, Fikri temanku yang baru pulang sekolah menawari kami untuk bermain di pekarangan samping rumahnya. “Mending main di rumahku aja!” kata Fikri. “Emang boleh?” tanya Rais penasaran. Aku dan teman-teman yang lain, menatap ke arah Fikri dengan penuh harap. Fikri diam sebentar, berpikir tentang resiko yang akan terjadi. Lalu dengan aksen inggrisnya yang absurd, dia menjawab, “Of course man, move on!” suasana hening. Kepalaku mendadak pusing, Rais terbatuk-batuk dan yang lain tertawa. Fikri bertanya dengan wajah heran. “Kalian kenapa? Ada yang salah?” Aku yang kesal pun menjawab, “Ya iyalah. Bukan move on tapi come on!” “Ya, maksud aku juga begitu!” tandas Fikri. Hari itu, kami bermain dengan penuh semangat. Seusai bermain, Fikri mengeluarkan 2 botol air dingin lengkap dengan sepiring pisang goreng yang dibuat oleh ibunya. Seminggu berlalu begitu cepat, kami bertemu lagi dengan masalah tempat. Kali ini, pekarangan rumah Fikri dijadikan tempat parkir oleh karyawan bandara. Ayah Fikri pun menjelaskan padaku dan teman-teman agar tidak berkecil hati. Akhirnya, kami memilih untuk tidak bermain dulu sampai kami menemukan tempat bermain yang baru. Rasa jenuh dengan aktivitas yang ada di rumah, membuatku dan teman-teman, mulai mencari cara untuk bermain. Terlebih Rais, yang baru saja membeli sepatu baru, sudah tidak sabar untuk mencobanya. Saat pulang sekolah, aku bertemu dengan Ipul dan Amat. Kami pulang bersama-sama dan berjanji akan bermain sore itu. Sampainya di gang kompleks, kami bertiga bersilang jalan dan pulang ke rumah masing-masing. Sore harinya, Rais datang dan menungguku di depan rumah. Saat aku ke luar, Rais menyambutku, “Hallo Rizal, bagaimana penampilanku? Sudah mirip Messi bukan?” sembari menggoyangkan kakinya. Aku tahu, dia sengaja menanyakan hal itu agar aku memuji sepatu barunya. Dengan ikhlas aku menjawab. “Kamu lebih mirip Tessy, hahaha!” “Terima kasih untuk pujiannya!” jawab Rais dengan wajah kecewa. Aku dan Rais bergegas menuju ke warung bu Minah, tempat kami biasa berkumpul. Satu per satu dari kami mulai berdatangan, diskusi pun dimulai. “Jadi kita main di mana hari ini?” kata Riat membuka pembicaraan. Kami mulai berpikir mencari solusi untuk tempat yang baru. “Aku punya ide!” cetus Iwan ditengah keheningan kami. “Gimana kalau kita mainnya di bandara aja!” “Apa? Di bandara? kalau pesawat turun terus kita ketabrak gimana?” kata Rais dengan kesal. “Itu kalau mainnya di landasan, maksud aku kita main di dalam bandara. Aku lihat di situ ada lahan kosong, dekat lapangan tenis!” lanjut Iwan menegaskan. “Aku setuju, aku pernah lihat banyak pula orang sering jogging di situ, bagus kali tempatnya, aman!” sambung Parman dengan logat bataknya yang kental. Tanpa membuang waktu, kami segera pergi ke tempat yang dimaksud. Setelah puas bermain, kami duduk dekat trotoar menghadap ke arah landasan. Rais kembali membuat sensasi, “Sepatuku ini punya kelebihan!” katanya padaku. “Mana buktinya?” “Lihat ya, aku akan mengitari jalan ini dalam waktu 1 menit,” kata Rais sambil bersiap. Bagiku dan teman-teman, cepat atau tidak Rais berlari bukan masalah. Yang jadi kekhawatiran kami adalah, jalanan bandara sangat sensitif. Rais berlari sambil bersorak kegirangan, dia terlihat seperti badut sirkus yang kelaparan. Aku dan teman-teman pun tidak ketinggalan untuk menyemangati. Akhirnya malapetaka terjadi, Rais kehilangan keseimbangan saat sepatunya menginjak pasir, yang berada di sisi jalan. Hal ini membuat Rais tersungkur dengan tampan di atas trotoar jalan. Lututnya luka, wajahnya penuh dengan pasir, dan kami tertawa. “Hahaha makanya jangan sombong!” kata Ipul sembari membantunya berdiri. Hari itu kami lalui dengan senang. Persahabatan kami begitu indah untuk dikenang. Dari kejauhan, sebuah pesawat siap untuk terbang. Aku dan teman-temanku berdiri dari trotoar, memandangi pesawat yang terbang sampai pesawat itu menghilang di tengah awan. Kami semua terkagum melihatnya, lalu dalam hati aku bertanya, “Apakah kebersamaan ini akan terulang lagi?” Cerpen Karangan Rizal Blog Mahasiswa sosiologi unsrat, pecinta sastra dan penikmat kopi. Twitter rizalistis Facebook Rizal Rahman Cerpen Kami Pecinta Sepak Bola merupakan cerita pendek karangan Rizal, kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya. "Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!" Share ke Facebook Twitter WhatsApp " Baca Juga Cerpen Lainnya! " Sahabat Hari Ini Esok Dan Selamanya Oleh Mayadasari Waktu seakan cepat berlalu, langkah kaki kini tak lagi sama. Aku selalu bingung dan selalu ingin bertanya pada tuhan. Apa arti dari sebuah persahabtan yang indah dan abadi? Adakah Caution With Your Friend Oleh Yudha Dwi Heryanti Apa yang lebih sakit daripada ditinggalkan seseorang yang paling kau sayang? Tentu saja ada. Ada yang lebih sakit daripada itu. Mencintai seseorang yang begitu dekat, tapi cinta yang selalu Good Bye Misya Oleh Stenisa “pagi begitu indah tapi aku hanya bisa melihat ini untuk 3 bulan saja” ucapku lesu “ayo Misya” ajak papa “iya” ucapku Aku menyusul papaku yang sedang di bawah. “ya Pilihan Oleh Pratiwi Nur Zamzani “Gila banget nih artikel!,” gumam Bram saat ia melihat majalah di sofa studio bersama Billy. “Udah biasa lah kayak begitu. Gosip!,” lanjut Riska tegas. “Sorry gue telat! Tadi, ban Sesal Di Ujung Senja Oleh Aulia Shaffna Ramadhani Kring.. Bel istirahat berbunyi. Aku bergegas menuju sungai kecil di samping sekolah. Sungai itu adalah tempat favoritku saat istirahat ataupun saat-saat aku ingin sendiri. Sandra Nacita, seorang remaja 16 “Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?” "Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan loh, bagaimana dengan kamu?"
– Rodri mencetak gol kemenangan Manchester City di Liga Champions, tetapi gelandang asal Spanyol itu sangat jujur tentang bagaimana dia bermain melawan Inter Milan. Dua tahun lalu, Man City memiliki kesempatan pertama untuk dinobatkan sebagai juara Eropa ketika mereka menghadapi Chelsea di final pertama The Citizens di kompetisi tersebut. Ketika tim asuhan Pep Guardiola kalah dalam pertandingan itu, ada banyak pembicaraan tentang manajer yang 'terlalu memikirkan' rencana taktisnya. Baca Juga Fans Manchester City Daulat Romelu Lukaku Sebagai Legenda The Citizens Itu karena Guardiola bermain melawan rival Liga Premier, Chelsea, tanpa Rodri atau Fernandinho di lini tengah. Dua tahun kemudian dan tidak akan terulang lagi dengan Rodri, yang sekarang dianggap sebagai gelandang bertahan terbaik di dunia oleh banyak orang, menjadi starter saat melawan Inter. Man City, juara Liga Premier musim ini, tentu saja tidak memiliki segalanya saat menjalani pertandingan selama satu jam. Mereka mungkin dapat tertinggal dari Inter jika bukan karena penyelamatan Ederson. Namun, hanya beberapa menit setelah momen itu, Rodri mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut. Dia memanfaatkan umpan silang Bernardo Silva yang dibelokkan ke sudut bawah. Pada peluit penuh waktu, Rodri jelas merupakan pahlawan pertandingan. Tetapi, saat berbicara di BT Sport, dia secara terbuka mengakui bahwa dirinya merasa telah memainkan laga yang kacau. Baca Juga Momen Kevin de Bruyne Cedera Kedua Kalinya di Final Liga Champions, Ceritanya Berbeda Sekarang "Saya emosional, ini mimpi yang bisa menjadi kenyataan," kata mantan pemain Atletico Madrid tersebut. "Saya tidak ingin melupakan para pemain, maksud saya kami memberikan segalanya. Kepala saya berada di awan, itu adalah upaya yang luar biasa dari semua orang,” timpalnya. “Saya tidak bagus di babak pertama, saya bermain buruk sejujurnya dan kemudian, ini berbicara tentang mentalitas, saya hanya berkata pada diri saya sendiri bahwa saya harus mengatasi ini dan pada akhirnya saya mencetak gol, luar biasa." Berbicara tentang final yang dia lewatkan, pemain berusia 26 tahun itu menambahkan "Saya berkata kepada Pep 'Anda harus memasukkan saya.' Nah tapi serius, pada saat itu saya mendukung rekan satu tim saya.”
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Halo nama saya Sonny, hobi dan minat saya adalah bermain sepak bola , sebelumnya saya akanmenceritakan sejarah sepak bola terlebih sepak bola cukup panjang, sepak bola telah ada sejak abad ke-2 dan ke-3 sebelumMasehi. Banyak orang yang mengira olahraga sepak bola berasa dari Inggris. Namun, olahragasepak bola sebenarnya berasal dari China. Pada zaman itu, sepak bola dikenal dengan nama'Thu Chu', dan bola dibuat dari kulit binatang yang bola modern mulai berkembang di Inggris dengan menetapkan peraturan-peraturandasar dan menjadi sangat digemari oleh banyak kalangan. Pada tahun 1815, sebuahperkembangan besar menyebabkan sepak bola menjadi terkenal di lingkungan universitas dansekolah. Sepak bola modern lahir di Freemasons Tavern pada tahun 1863 ketika 11 sekolah danklub berkumpul dan merumuskan aturan baku untuk permainan dari saat masih dijajah oleh pemerintah Hindia Belanda,muncul klub-klub sepak bola yang dibentuk oleh orang-orang Belanda. Bukan hanya itu saja,beberapa orang Tionghoa dan Arab di Hindia Belanda juga mendirikan klub. Bahkan masyarakatbumiputera juga tidak mau kalah dengan mendirikan klub sepak bola pada abad ke-20. Sejarahawal sepak bola Indonesia dimulai sengan pembentukan PSSI yang dibentuk pada tanggal 19April 1930, di akan menceritakan tumbuhnya rasa ingin saya bermain sepak bola, awal mulanya sejaksaya SD pas kelas 5 terbentuk ekskur futsal di sekolah saya. Karena tertarik saya ikut ekskurfutsal . Pada awalnya saya tidak tahu cara melakukan apa pun karena sebelum ikut akskur sayatidak tertarik kepada sepak bola. Namun setelah saya ikut eskur saya mulai tertarik terhadapsepak bola. Saya mulai menonton pertandingan sepak situ saya mulai melihat semua gerakan pemain dari cara dribble, shooting, passing,blocking dan favorite saya adalah Messi dan Cristiano Ronaldo. Awalnya sayamerasa mustahil untuk menjadi jago seperti pemain bola professional jadi saya saat ekskur atausaat bermain tidak pernah saya kelas 7 saya ikut ekskur futsal. Saat masuk ke ekskur futsal saya merasa ekskur di smpsangatlah berbeda jika dibandingkan dengan kelas sd. Di SMP jauh lebih serius dibandingkan SD. Namun saya merasa lebih nyaman bermain bola di SMP dibandingan di SD walaupun di SMPjauh lebih serius. Saat di kelas 7 saya masih kurang mengendalikan waktu bermain dengan waktu belajar. Jadinilai saya pas kelas 7 turun dan orang tua juga menasehati. Hingga lama kelamaan saya jugabisa membagi waktu dengan lebih baik, tanpa disangka. Saya terkejut saat orang tua dan Kakakbilang bahwa saya tumbuh lebih covid masuk ke Indonesia saya diharuskan untuk pjj, bukan hanya itu banyak ekskur ygjuga ditutup, salah satunya adalah ekskur futsal. Selama covid saya blm pernah bermain Tahun kemudian setelah covid sudah mulai mereda , saya juga mulai meninggalkansepak bola , karena saya sudah tidak punya rasa yang sama yang saya miliki pas SD dan jugasudah waktunya untuk saya menjadi seorang remaja yang bisa memikirkan dan memilih halapa yang harus diutamakan dan saya juga harus memikirkan akan masa depan harus tau bahwa tingkah laku anda akan menentukan masa depan mu, mungkin diantarakalian ada yg hobi bermain game atau yang lain, bukan masalah namun anda juga harus bisamembagi waktu dan tidak kecanduan pada suatu hal dan melupakan yg laiinya, yang terpentingadalah bisa membagi waktu dan tau mana yang harus diutamakan terlebih dahulu. Lihat Diary Selengkapnya
cerita tentang hobi bermain sepak bola